/data/photo/2026/05/29/6a194d0884441.jpg)
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mengajukan penyesuaian besar-besaran pada skema bantuan perumahan bagi penyintas bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Satgas mengusulkan kenaikan bantuan pembangunan hunian tetap (huntap) untuk rumah rusak berat dari Rp60 juta menjadi Rp80 juta per unit, seiring lonjakan biaya pembangunan rumah layak huni yang kini diperkirakan mencapai sekitar Rp120 juta per unit. Usulan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera yang juga Menteri Dalam Negeri mendorong agar penyaluran bantuan tersebut memanfaatkan mekanisme Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Skema DSP dinilai lebih fleksibel dan dapat mempercepat pembangunan huntap, terutama untuk pola in situ dan eksitu mandiri yang menjadi tanggung jawab BNPB dan tersebar di banyak lokasi. Fleksibilitas ini dianggap krusial agar masyarakat terdampak dapat secepat mungkin menempati rumah permanen yang aman dan layak.
Satgas PRR sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, tambahan bantuan Rp80 juta per unit itu akan difokuskan pada dua skema hunian tetap, yakni in situ dan eksitu mandiri. Untuk skema in situ, rumah akan dibangun kembali di lokasi semula apabila lahan dinilai masih aman dihuni. Sementara eksitu mandiri diperuntukkan bagi warga yang harus berpindah ke lokasi baru yang lebih aman, dengan pembangunan dilakukan secara mandiri oleh warga namun tetap didukung anggaran dan pengawasan BNPB. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan sekitar 16.000 unit huntap melalui dua skema ini, terdiri masing-masing 8.000 unit in situ dan 8.000 unit eksitu mandiri, dengan sekitar 14.500 unit di antaranya sudah diajukan dari pemerintah daerah secara bottom up.
Di luar dua skema itu, pemerintah juga menyiapkan pola eksitu kompleks komunal yang dilaksanakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama instansi terkait. Dalam skema komunal, pemerintah daerah bertugas menyediakan lahan beserta akses pendukung, sementara pemerintah pusat membiayai pembangunan kawasan hunian. Rangkaian penyesuaian kebijakan ini dirancang bukan hanya untuk memastikan rumah penyintas kembali berdiri, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar warga dan meningkatkan kualitas bangunan dalam jangka panjang, sehingga pemulihan pascabencana di Sumatera dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.
Taipei is doubling down on efforts to cut consumption of single-use beverage cups, rolling out a city-backed discount that rewards customers for bringing their own containers to popular hand-shaken drink chains. From July 2 through Dec. 31, consumers who visit participating Taipei outlets of Milksha (迷客夏) and TEA TOP on Thursdays will receive a NT$10 discount per drink when they use a reusable cup, up from the standard NT$5 required by national rules.
The program, jointly launched by the Taipei Environmental Protection Department and the two chains, covers 46 Taipei stores and is capped at 50 discounted drinks per outlet each Thursday. The NT$10 reduction combines the existing NT$5 price difference that chains must offer under the "Restrictions on the Use of Disposable Beverage Cups" with an additional NT$5 subsidy from the city. The offer does not apply to prepaid or stored-value orders, and outlets in other municipalities continue to provide only the basic NT$5 discount.
Taipei officials say the initiative builds on a smaller 2023 pilot with five brands and 18 outlets that generated 4,385 instances of reusable-container use between Sept. 18 and Oct. 9. By expanding the scope and duration and partnering with high-traffic milk tea brands, the city estimates the latest round could spur about 50,000 drinks served in personal cups, cutting a similar number of disposable cups from the waste stream. Authorities argue that as more people adjust their daily purchasing habits, the cumulative impact on waste reduction, resource use and environmental pressure will become increasingly significant.
The city is also tying the push to its digital payments ecosystem. Consumers who register for the "Plastic Reduction EasyLife" (減塑EasyLife) campaign in the EasyCard Pay (悠遊付) app and link a mobile barcode can earn additional rewards when they buy drinks in reusable cups and opt for cloud invoices, on top of the price discount offered at the counter. Taipei officials frame the effort as a public–private partnership designed to make environmentally friendly behavior financially attractive, positioning the weekly rebate as both a way to trim beverage costs and a step toward a longer-term shift away from disposable cups in one of the world’s most beverage-focused urban markets.